Kamis, 29 Oktober 2015

TUTORIAL PHOTOSHOP : MEMBUAT EFEK SKETSA PADA FOTO MENGGUNAKAN ADOBE PHOTOSHOP CS6

Pada kesempatan ini saya akan membagikan cara menbuat efek sketsa pensil pada foto/gambar (hana kanazawa).


Langkah 1
Buka gambar yang akan di buat sketsa.


Langkah 2
Akan ada 1 layer di layers panel bernama Background.


Dengan layer Background aktif klik Hue/Saturation pada Adjustment Panel (urutan pertama dari kiri pada baris ke dua).


Langkah 3
Tarik Saturation menjadi -100, pada Properties Panel di Hue/Saturation, langkah ini akan member efek hitam putih pada gambar.


Langkah 4
Aktifkan/klik layer Background pada Layers Panel, kemudian duplicate gambar tersebut dengan menekan tombol Ctrl + J.


Langkah 5
Sekarang kita akan membalikan warna (Invert) pada layer Background copy, aktifkan layerBackground copy pergi ke menubar plih Image > Adjustment > Invert,atau anda juga bisa menggunakan Ctrl + I.


Langkah 6
Ubah blend mode menjadi Color Dodge pada kiri atas di layers panel.
Gambar akan berubah menjadi putih, seperti milik saya.


Langkah 7
Sekarang kita ubah layer menjadi Smart Object, dengan layer Background copy yang masih aktif, tekan menu kecil di pojok kanan atas pada layers panel.


Pada layer Background copy akan terdapan ikon kecil di bawah kiri pada gambar layer, sedangkan untuk tampilanya seperti tidak ada perubahan.


Langkah 8
Pergi ke menu Filter pada menubar, lalu pilih Blur > Gaussian Blur atur Radiusnya 12 pixel lalu klik ok.



Langkah 9
Kita sudah memiliki sketsa utama kita tapi masih terlalu terang,sekarang kita akan mengubahnya sedikit gelap dengan Lavels adjustment layer, pada Adjustment Panel pilih ikon Levels.


Langkah 10
Ubah blend mode menjadi Multiply.


Langkah 11
Jika terlau gelap, ubah Opacity dari 100% menjadi 60%.


Langkah 12
Sketsa dasar telah selesai, tapi jika anda ingin mengembalikan beberapa warna originalnya anda bisa mengikuti beberapa langkah lagi, pertama duplicate layer sekalilagi, tetapi layer yang akan di duplicate adalah layer yang original (background) bukan yang copy, caranya sama dengan langkah ke 4, Aktifkan/klik layer Background pada Layers Panel, kemudian duplicate gambar tersebut dengan menekan tombol Ctrl + J.


Pada Layers Panel akan muncul layer Background copy 2.


Langkah 13
 ubah nama  Background copy 2 menjad color dengan double klik pada nama layer, lalu ganti dengan nama Color > tekan enter.


Langkah 14
Drag layer color ke paling atas layer, tampilan gambar akan berubah menjadi seperti baru di buka.




Langkah 15
Untuk memberi sedikit warna pada sketsa dengan warna originalnya ubah blend mode pada layer Color menjadi Color.


Langkah 16
Kerena warnanya terlalu banyak gunakan Opacity untuk menguranginya, ubah Opacity menjadi 40%.


Hasil Final




CONTOH-CONTOH HASIL KARYA DARI DESAIN GRAFIS




























Rabu, 28 Oktober 2015

PRINSIP DAN UNSUR DESAIN

PRINSIP DESAIN GRAFIS 


Desain grafis juga memiliki prinsip seperti halnya manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedar dan tidak mengalahkan unsur utama. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.



1. Kesederhanaan 


Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

2. Keseimbangan

Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.
Untuk menciptakan keseimbangan:
  • Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
  • Pusat elemen pada halaman.
  • Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar gambar atau teks.
  • Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
  • Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
  • Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap. 
  • Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing dikelilingi oleh banyak spasi.


3. Kesatuan

Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.
Untuk membuat persatuan:
  • Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk kontras seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  • Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan, headers, footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
  • Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.
  • Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.
  • Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema, atau bentuk.
  • Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.


4. Penekanan (aksentuasi)

Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.
Untuk membuat penekanan:

  • Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk yang tidak biasa.
  • Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua jenis yang lainnya di kolom lurus.
  • Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk semua teks.
  • Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
  • Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
  • Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
  • Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.


5. Irama (repetisi)

Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Untuk membuat rhythm:
  • Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara masing-masing, untuk menciptakan sebuah ritme biasa.
  • Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara setiap ritme yang progresif.
  • Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.
  • Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya halaman (dengan jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).
  • Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.
  • Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak penerbitan seperti newsletter.


6. Proporsi (Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.


UNSUR DESAIN GRAFIS

Agar desain yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang harus dipelajari yaitu unsur dalam desain grafis. Semua unsur tersebut tidak harus dimasukkan sekaligus dalam sebuah karya desain karena ada sebagian desain yang menuntut salah satu dari unsur tersebut harus diprioritaskan jadi ada penekanan-penekanan dalam setiap unsur.

1. Garis (Line)

Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan garis putus-putus.

2. Bentuk (Shape)

Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).

3. Tekstur (Texture)

Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.

4. Ruang (Space)

Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5. Ukuran (Size)

Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6. Warna (Color)


Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas

Selasa, 27 Oktober 2015

MANFAAT BELAJAR DESAIN GRAFIS

Manfaat desain grafis dapat kita rasakan secara nyata di kehidupan sehari – hari. Semua bidang dalam kehidupan membutuhkan desain grafis. Manfaat desain grafis sangat lekat dengan persepsi, pencitraan, dan juga komunikasi. Desain gafis memudahkan pertukaran informasi, juga membuat suatu informasi menjadi lebih menarik dan lebih nyaman dilihat oleh mata atau visual. Karena itulah desain grafis menjadi salah satu bidang pendidikan yang diminati oleh generasi muda saat ini. Yang diperlukan hanyalah kreativitas dan tentu saja ilmu – ilmu dasar untuk menggunakan aplikasi desain grafis.

Karena desain adalah sebuah karya seni, maka terkadang desain dipandang sebelah mata. Banyak orang tua yang tidak menyetujui anak – anaknya masuk sekolah desain karena adanya anggapan bahwa sekolah desain tidak menghasilkan apapun dan tidak dapat menjamin kelangsungan hidup si anak nantinya. Padahal melihat dari banyaknya manfaat desain grafis dalam kehidupan, desainer grafis memiliki potensi yang sangat besar untuk menjamin kehidupaan anaknya. Lapangan pekerjaan pun tidak sedikit karena setiap bidang kehidupan membutuhkan tenaga professional desain grafis.

Belajar desain grafis mendatangkan banyak manfaat khususnya bagi mereka yang memang menyukai seni. Apa saja manfaat belajar desain grafis?

1. Mempercepat proses pekerjaan dengan cara menyajikan suatu pekerjaan dalam bentuk grafis.

Contoh pekerjaan yang paling mudah adalah proposal. Tidak perlu menyusun dalam format seperti laporan dengan banyak tulisan. Cukup poin – poin penting yang ingin disampaikan dan dibuat dalam bentuk desain yang menarik dan atraktif.

2. Memperkenalkan dunia desain grafis kepada masyarakat luas sehingga dapat diimplementasikan di dalam lingkungannya.

Contohnya adalah dengan membuka kursus desain grafis, membuat seminar-seminar tentang desain grafis.

3. Memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang program aplikasi desain grafis.

Tidak banyak orang awam yang bisa mengoperasikan aplikasi desain grafis. Dengan membuat pelatihan program aplikasi desain grafis, lulusan sekolah atau kursus desain dapat memperkenalkan program aplikasi desain grafis lebih luas lagi.

4. Mempersiapkan masyarakat agar dapat memahami dengan mudah pesan – pesan yang disampaikan dalam bentuk grafis.

Untuk memahami suatu karya seni memang dibutuhkan suatu sense. Jika tidak ada sense tersebut maka pesan dalam bentuk grafis belum tentu dapat dicerna dengan baik mengingat persepsi setiap orang berbeda – beda. Karena itu, belajar desain grafis dapat membantu lulusannya untuk mengerti pesan dari bentuk grafis tersebut.